![]() |
| cara membangun bisnis online via website |
indolotere - Saat ini berjualan secara online merupakan alternatif terbaru untuk berjualan.
Tetapi untuk membangun website yang menguntungkan untuk berjualan online tidak bisa seperti berjualan tradisional.
Beberapa aspek yang di perlukan untuk membangun bisnis online via website yang menguntungkan :
1. Mengidentifikasi target pasar
Kita perlu mengidentifikasi target pasar agar dapat memprediksi siapa yang menjadi pelanggan setia produk anda .
Anda bisa mengidentifikasi target pasar dengan menggunakan persona. kita bisa mengobservasi karakteristik konsumen yang paling sering membeli produk kita.
Karakteristik konsumen dibagi dalam dua kategori yaitu :
a. Demografis
Umur , gender , dan pekerjaan serta daya beli contohnya : wanita berumur 25-30 tahun , pekerja kantoran dan pengeluaran per bulan sekitar 2 juta.
b. Psikografis
Prinsip , selera dan gaya hidup contohnya : percaya bahwa kesehatan adalah prioritas utama , menyukai makanan yang praktis dan memiliki gaya hidup minimalis.
Berhubung bisnis kita masih baru dalam hal ini kita harus bisa melihat peta persaingan di industri yang kita masuki . contohnya jika anda menjual produk makanan sehat kita bisa mencari bisnis yang menjual produk kesehatan juga. lalu perhatikan karakteristik konsumen yang membeli produk mereka.
2. Memastikan produk anda menarik minat pasar.
Ingin tahu apakah produk anda punya banyak peminat?
Caranya sangat mudah kita tinggal masuk ke google trends , ketikkan produk yang anda jual lalu lihat berapa banyak orang yang mencari produknya.
Contoh misalkan anda ingin berjualan sayur secara online lalu ketikkan keyword beli sayur online di google trends hasilnya anda melihat grafik dengan jumlah pencarian yang menunjukkan peningkatan.
Apakah produk anda bisa bersaing di pasar? tentu saja bisa jika anda mampu membuat target pasar lebih tertarik pada produk anda.
Untuk membuat target pasar anda tertarik , anda perlu mencari tahu masalah yang mereka miliki lalu pecahkan masalahnya.
Untuk menemukan masalah yang di hadapi konsumen anda harus melihat kembali persona yang sudah anda buat. cari tahu apa yang mereka inginkan dan hambatan apa yang mereka hadapi.
Hambatan ini di sebut pain points dan tugas anda adalah memastikan bahwa pain points target konsumen bisa di atasi dengan menawarkan sebuat solusi alias value.
Contoh : misalkan target pasar anda ingin membeli sayur namun akibat pandemi mereka tidak bisa keluar rumah sebagai solusi toko sayuran anda menawarkan jasa layanan antar agar lebih mudah di akses.
Disini sudah jelas yang menjadi pain points adalah ketidak mampuan target pasar untuk membeli sayuran di pasar dan value yang anda tawarkan adalah akses membeli sayuran melalui layanan pesan antar.
Intinya untuk membuat produk yang menarik , pastikan tren produknya positif dan pastikan produknya mampu menawarkan solusi untuk permasalahan target pasar anda.
3. Memahami sales funnel
Untuk mendapatkan pembeli , anda harus bisa berpikir seperti seorang pembeli dengan kata lain.anda perlu memahami proses yang di lewati oleh pembeli dari mulai tertarik hingga membeli produk anda.
Anda bisa memahami prosesnya melalui suatu model bernama sales funnel , model ini dapat membantu anda menggiring konsumen dari fase tertarik , penasaran hingga ingin membeli.
contoh :
- Top ( traffic ) : pada fase ini tujuan anda adalah untuk menarik perhatian calon konsumen sebanyak mungkin. katakan lah anda berhasil menarik perhatian 100 org pengunjung melalui artikel di blog
- Top ( traffic ) : pada fase ini tujuan anda adalah untuk menarik perhatian calon konsumen sebanyak mungkin. katakan lah anda berhasil menarik perhatian 100 org pengunjung melalui artikel di blog
- Middle ( leads , conversion ) : selanjutnya anda harus berusaha untuk membuat para calon konsumen tertarik dengan produk yang anda tawarkan. setelah anda tawarkan template gratis di dalam artikelnya dan ada 25 orang pengunjung yang mendaftarkan alamat email mereka untuk mendapatkan templatenya
- Bottom ( value ) : anda harus mengubah konsumen yang tertarik menjadi konsumen yang membeli setelah melakukan promosi via email ada 7 orang dari 25 orang yang pada akhirnya tertarik untuk membeli produk anda.
4. Memilih nama domain yang tepat
Jangan salah memilih domain , agar alamat website anda tidak sulit di ingat . nama domain harus mencerminkan bisnis anda dan tentunya harus mudah untuk di ingat juga.
Beberapa kriteria yang bisa anda ikuti agar tidak salah pilih domain yaitu :
- Jumlah katanya sedikit - semakin panjang nama doaminnya semakin sulit untuk di ingat jadi pastikan nama domainnya singkat ( di bawah 10 karakter )
- Mudah untuk di ucapkan - semakin mudah untuk di ucapkan maka namanya akan semakin mudah di ingat contohnya tentu lebih mudah mengingat gramedia.com daripada penerbitbukugramedia.com bukan ?
- Sesuai dengan nama brand - Masih bingung pilih domain yang mana?pakai nama brand saja cara ini dapat meningkatkan brand awareness bisnis anda juga.
Selain itu anda juga perlu memilih top level domain ( TLD ) yang tepat. TLD adalah bagian paling belakang di sebuah domain . contohnya seperti .com .co .id atau .net intinya pilihlah TLD yang paling mewakili bisnis anda.

